S2 IKM TAHUN 2016
FAKULTAS KEDOKTERAN, UGM

Outbound Program
Implementation Research/International Health Class,
Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran UGM
Imogiri, Bantul, 17-18 September 2016

JOGJA (FK) – Program S2 IKM Minat Implementation Research/International Health pada tanggal 17-18 September 2016 mengadakan kegiatan outbound di desa Wisata Kebon Agung, Imogiri, Bantul, yang diikuti oleh 13 mahasiswa baru, pengelola dan staf. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan sehari hari masyarakat desa di Yogyakarta, terutama budaya Jawa. Kegiatan ini dinilai penting mengingat seluruh mahasiswa berasal dari luar kota Yogyakarta, dan bahkan sebagian besar berasal dari luar negeri, antara lain dari Nepal (4), Bangladesh (1), Bhutan (1), Timor Leste (2), dan Philipina (1). Pemahaman yang baik mengenai budaya lokal dapat membantu mahasiswa beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Kegiatan ini juga selaras dengan slogan UGM, “Mengakar kuat, Menjulang tinggi”, sehingga diharapkan meskipun mahasiswa di kelas Internasional dan sehari harinya menggunakan bahasa Inggris tetapi dapat menghormati budaya lokal di tempat dia belajar.

gejokKedatangan mahasiswa di desa Kebon Agung disambut dengan sajian ‘Gejok Lesung’ yang dimainkan oleh penduduk setempat. Gejok Lesung adalah musik tradisional yang iramanya didapatkan dengan menumbukan alu dengan lesung sebagai tanda syukur atas hasil panen padi yang berlimpah. Pada saat yang bersamaan memang sebagian penduduk desa sedang panen padi, sehingga mahasiswa juga dapat memperhatikan kesibukan penduduk desa ketika panen padi.

Pengelola Desa Wisata Kebon Agung telah menyediakan kamar untuk setiap mahasiswa di rumah penduduk sehingga mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan penduduk desa dan merasakan kehidupan sehari hari di desa. Kesulitan komunikasi memang dihadapi oleh mahasiswa asing karena pemilik rumah yang ditinggali tidak dapat berbahasa inggris, tetapi hal ini tidak menjadi masalah yang berarti. Selanjutnya mahasiswa belajar menggunakan Gamelan dan memainkan satu lagu. Pemandu Gamelan mengingatkan pentingnya menjaga harmoni dalam kelompok sebagai salah satu pelajaran yang bisa diambil dari bermain gamelan. Kegiatan dilanjutkan dengan pelajaran membatik dengan malam dan mewarnainya. Kegiatan ini menunjukan kreatifitas mahasiswa karena dari satu model sketsa yang sama bisa menjadi lukisan batik yang bervariasi. Pada malam harinya, mahasiswa menikmati makan malam kenduri. Pemuka agama di desa Kebon Agung menjelaskan terlebih dahulu tentang sejarah dan makna kenduri sebelum menikmati hidangan kenduri bersama sama. Setelah makan malam kegiatan dilanjutkan dengan memperkenalkan baju tradisional jawa. Kegiatan hari pertama ditutup dengan refleksi dan diskusi nilai-nilai yang telah dipelajari selama hari pertama.

Kegiatan hari kedua diawali dengan berwisata ke puncak bukit Mangunan dan hutan pinus Imogiri dan dilanjutkan dengan bertani di sawah. Seluruh mahasiswa belajar cara menanam padi dan membajak dengan kerbau setelah mendapat sedikit penjelasan tentang pertanian di desa Kebon Agung. Selanjutnya mahasiswa mengikuti tubing atau menyusuri sungai menggunakan ban di sungai Oya sebelum mengakhiri kegiatan dengan makan siang bersama. Bagi seluruh mahasiswa ini kegiatan yang diikuti selama outbound adalah pengalaman pertama dan meninggalkan kesan yang menyenangkan.